Akses Serang–Tangerang Terancam: Jembatan Kopo-Jayanti Retak Parah Akibat Pergeseran Tanah

Spread the love

BANTENJAWARA, SERANG – Jembatan vital yang menghubungkan wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang dilaporkan dalam kondisi kritis akibat pergeseran tanah dan keretakan struktural yang parah. Infrastruktur penghubung antara Desa Carenang Udik (Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang) dan Desa Jayanti (Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang) ini kian tidak stabil setelah sebelumnya dihantam bencana banjir dan longsor.

Kerusakan struktural ini memicu kekhawatiran meluas karena mengancam kelancaran akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga urat nadi perekonomian harian masyarakat di kedua wilayah perbatasan tersebut.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan tingkat kerusakan yang mengkhawatirkan. Permukaan aspal jembatan tampak terbelah dengan celah retakan yang dalam dan lebar. Kerusakan tidak hanya terjadi pada lapisan atas, melainkan telah mengikis material fondasi dan kerikil di sekitarnya. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa pergeseran tanah di bawah struktur jembatan masih bergerak aktif dan sewaktu-waktu dapat memicu kolaps total.

Bertaruh Nyawa demi Jalur Utama

Kendati posisinya kian miring dan kerap bergoyang secara signifikan saat dilalui beban, jembatan ini tetap dipadati oleh ratusan pelintas setiap harinya. Kendaraan roda dua hingga roda empat terpaksa mengabaikan risiko keselamatan akibat ketiadaan jalur alternatif yang efisien untuk memotong waktu tempuh antar-kabupaten.

Kondisi darurat ini memicu kecemasan mendalam di kalangan warga, salah satunya dirasakan oleh Muhammad Nur. Sebagai wali murid, ia mengaku harus rutin bertaruh keselamatan melintasi jembatan tersebut demi menjenguk anaknya yang tengah menimba ilmu di Pondok Pesantren Daarul Falah, Carenang Udik.

“Setiap kali lewat sini, rasanya waswas sekali. Jembatan sudah kelihatan retak-retak dan posisinya bergeser karena tanah di bawahnya longsor setelah banjir kemarin. Ini akses utama saya. Kalau tidak lewat sini, harus memutar sangat jauh.”

— Muhammad Nur, Wali Murid dan Pelintas Harian

Desakan Tindak Nyata Pemerintah Daerah

Bagi masyarakat sekitar, jembatan perbatasan ini memiliki fungsi strategis yang melampaui sekadar infrastruktur fisik. Tempat ini merupakan penyambung masa depan pendidikan anak-anak serta jalur distribusi komoditas ekonomi antar-kecamatan. Terputusnya akses secara total dipastikan akan melumpuhkan aktivitas sosial dan ekonomi warga secara masif.

Merespons situasi yang kian mendesak, warga dari kedua kabupaten mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan intervensi darurat. Masyarakat menuntut tindakan nyata jangka pendek berupa penguatan fondasi penahan longsor, perbaikan struktural, hingga rencana renovasi total jembatan sebelum kerusakan ini menimbulkan korban jiwa.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *