TANGERANG – Komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim terus digelorakan di wilayah Kabupaten Tangerang. Melalui sinergi kuat, CSR PIK 2 bersama Yayasan Bumi Pertiwi Asri sukses menggelar aksi nyata penanaman 1.500 bibit mangrove di Pesisir Muara Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Sabtu (29/5/2026).
Kegiatan bertajuk Mangrove Coastal Sweep 2026 ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Wasekjen DPP HMNI, sektor swasta, hingga elemen masyarakat setempat. Aksi ini menjadi langkah strategis dalam memulihkan hutan mangrove sebagai benteng alami pelindung garis pantai dari ancaman kerusakan lingkungan.
Direktur Yayasan Bumi Pertiwi Asri, Hollida Milihanova, menegaskan bahwa penanaman ini merupakan agenda rutin tahunan yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pengembang, hingga komunitas nelayan.
“Menanam mangrove ini adalah misi berkelanjutan. Kami menggandeng pemerintah, CSR PIK 2, nelayan, dan warga sekitar untuk bergerak bersama,” tegas Holly.
Menurutnya, aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap ancaman abrasi dan banjir rob yang kerap mengintai wilayah pesisir. Ia menekankan pentingnya menjaga ekosistem di muara Sungai Cisadane agar tetap lestari.
“Program ini adalah upaya menumbuhkan kesadaran kolektif. Kita tidak lagi hanya bicara soal sampah, tapi bicara tentang keberlangsungan ekosistem pesisir. Mangrove adalah benteng alami kita yang berperan besar menyerap karbon sekaligus menjadi habitat bagi biota laut,” tambahnya.
Melalui Mangrove Coastal Sweep, Holly mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turun tangan langsung dalam aksi penyelamatan lingkungan. Selain penanaman fisik, acara ini juga diisi dengan edukasi bagi warga mengenai manfaat jangka panjang mangrove bagi kehidupan.
Pihak penyelenggara memproyeksikan kegiatan ini menjadi agenda berkala dengan target perluasan area tanam dan peningkatan jumlah bibit setiap tahunnya, demi memastikan pesisir Tangerang tetap rapi, sehat, dan tangguh menghadapi bencana alam.

